my poems


Di bibirmu, aku merekam sejarah kata

Iqra!

Huruf per huruf

Kukatup gincu jingga-Mu

Dengan alif-ba-ta membara.

Kemudian gerimis sepi menitis,

Di ujung dahan yang perawan: inilah alif-lam-mim-ku!

Pelan, perlahan, matamu menujumkan seteguk senyum yang belum sempat kucium, kuminum. Aku menunggu sebongkah hijaiyyah-Mu.

Lumut

 Sejak kau tanyakan diriku, aku menanam rindu sejumput-sejumput. (:Aku adalah lumut yang tumbuh di dalam kolam yang kelam. Di dasarnya, aku menghisap maut bersama lelembut. Kami berlomba-lomba tentang siapakah yang paling lembut?) Sejak kau tahu diriku, aku mencabut rindu segobang-segobang. 

Kembangan, 28 Desember 2002

Sunyata Senja

 perempuan adalah serpihan waktu yang sunyi:kidung sunyata di ceruk-ceruk jiwa:memendar dalam luruh cahaya yang bisu:bersembunyi di balik siluet pekat malam 

Cibubur, 28 Maret 2004, 20.30 WIB