Di bibirmu, aku merekam sejarah kata
Iqra!
Huruf per huruf
Kukatup gincu jingga-Mu
Dengan alif-ba-ta membara.
Kemudian gerimis sepi menitis,
Di ujung dahan yang perawan: inilah alif-lam-mim-ku!
Pelan, perlahan, matamu menujumkan seteguk senyum yang belum sempat kucium, kuminum. Aku menunggu sebongkah hijaiyyah-Mu.