Dan Kita Mengembara, Menuju Rumah-Nya
Bismillaahi majraahaa wa mursahaa inna rabbi laghafuurur rahiim (Dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuh . Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) [QS. Huud (11): 41]
Dan luka selalu menyimpan sesuatu yang menyesakkan jiwa. Raida, ibu muda beranak satu, tetangga kontrakan saya, meneguhkan ihwal itu di suatu sore. Semula saya tidak berminat mendengar keluhannya (maklum, saat itu, perhatian saya lebih tersedot oleh berita kecelakaan kapal laut KM Levina yang disiar satu televisi swasta), tapi ia terlanjur bercerita:
(more…)
Sunyata Senja
perempuan adalah serpihan waktu yang sunyi:kidung sunyata di ceruk-ceruk jiwa:memendar dalam luruh cahaya yang bisu:bersembunyi di balik siluet pekat malam
Cibubur, 28 Maret 2004, 20.30 WIB
Satu Doa Ketika Gelisah Meruyak
Hasbunallah wani’mal wakil[Cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik tempat bersandarQS. Ali ‘Imran (3): 173
April kelabu di musim tak tentu. Bukankah panas yang terik dan hujan yang deras seringkali bertukar kulit dalam sehari di beberapa bulan terakhir ini? Pun kabar mala dan petaka di hidup keseharian kita. Semua kian akrab di telinga. Tapi April, bulan ketika saya menuliskan kolom ini, segala ketidakmentuan itu kian berkelindan bagi beberapa persona yang dilanda musibah, yang dirundung gelisah. (more…)